jilbab pengatn2jilbab pentinKOMPAS.com – Pengantin muslim tentu tidak memerlukan tata rambut untuk acara spesialnya. Namun, bukan berarti kerudungnya tidak bisa dihias. Kreasi jilbab pengantin muslim kini pun beraneka macam. Salah satunya dengan mengadopsi Victorian Look, yang menggabungkan antara unsur tradisional dengan modern.

“Ciri khas Victorian Look adalah adanya aksesori-aksesori adat yang dipadukan dengan aksesori modern. Misalnya sunting atau sunggar yang khas etnik, dipadukan dengan bunga atau Swarovsky. Victorian Look lebih banyak menonjolkan aksesori bunga, full flower,” jelas penata jilbab pengantin Pilmawati pada Kompas Female, di sela-sela Bidakara Wedding Expo di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (24/3/2012) lalu.

Untuk demo kreasi jilbab ini, Pilma dibantu oleh sahabatnya, Adi Ali, yang memiliki butik busana pengantin muslim di Makassar. Pilma memeragakan dua kreasi jilbab, yakni berwarna ungu dan kuning emas.

Kreasi jilbab berwarna ungu ditujukan untuk akad nikah, lamaran, atau pre wedding. Sedangkan kreasi jilbab berwarna kuning emas ditujukan untuk resepsi.

“Jilbab untuk akad nikah, lamaran, atau pre wedding, biasanya lebih full flower, sedangkan untuk resepsi justru lebih sederhana, karena pengantin menginginkan gaun yang membuatnya lebih bebas bergerak,” tambah Pilma.
 

Tips jilbab pengantin
Jika Anda tidak menggunakan jasa rias jilbab pengantin, coba kreasikan sendiri jilbab Anda ketika akan menikah. Namun, untuk menata jilbab pengantin menurut Pilma butuh banyak latihan dari contoh-contoh yang sudah ada.

“Selain itu, pengantin kan harus berdiri berjam-jam, jadi jilbabnya jangan dibuat berat. Boleh bertumpuk-tumpuk asal tidak berat di kepala. Untuk mengatasinya, sekarang sudah ada model jilbab yang bergradasi, ini bisa digunakan agar tidak menggunakan jilbab berlapis-lapis,” ungkap Pilma.

Dalam demo kreasi jilbabnya, Pilma hanya menggunakan dua jenis kain untuk dikreasikan menjadi jilbab pengantin. Sebelumnya ia memakaikan ciput Maroko agar rambut dan leher model tertutupi. Kemudian ia mengaplikasikan teknik menumpuk dengan menggunakan tudung. Lalu ditutup dengan selendang panjang, dan dilengkapi aksesori bunga atau Swarovsky.

“Intinya jangan asal tumpuk. Boleh tumpuk-tumpuk asal rapi, karena semakin rapi akan semakin terlihat elegan. Aksesori kepala juga harus disesuaikan dengan aksesori di busananya. Warna jilbab tidak harus sama persis dengan warna busana pengantin, agar terlihat gradasi warna. Warnanya kalau bisa tidak lebih dari tiga warna, kecuali kalau tema busananya memang colorful,” ujar Pilma.

Maka, yang harus diperhatikan ketika membuat kreasi jilbab pengantin tanpa memanfaatkan jasa tata rias pengantin muslim, menurut Pilma adalah:
1. Jenis kerudung (apakah akan membuat panas, atau malah sejuk).
2. Motif (sesuaikan dengan busana).
3. Aksesori (juga disesuaikan dengan busana).
4. Pemilihan warna beberapa kain yang akan dikreasikan.
5. Kerapian dalam menata kain menjadi kreasi jilbab.

jilbab pengantin jilbab pngantin